Kriteria penentuan lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap akhir dalam pengelolaannya, dimana diawali dari sumber, pengumpulan, pemindahan atau pengangkutan, serta pengolahan dan pembuangannya. TPA merupakan tempat dimana sampah diisolasi secara aman agar tidak menimbulkan kerusakan atau dampak negatif terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu diperlukan penyediaan fasilitas dan penanganan yang benar agar pengelolaan sampah tersebut dapat terlaksanan dengan baik.

Penentuan tempat akhir pembuangan (TPA) sampah harus mengikuti persyaratan dan  ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah melalui SNI nomor 03-3241-1994 tentang tata cara pemilihan lokasi TPA sampah.

Persyaratan didirikannya suatu TPA ialah bahwa pemilihan lokasi TPA sampah harus mengikuti persyaratan hukum, ketentuan perundang-undangan mengenai pengelolaan lingkungan hidup, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), ketertiban umum, kebersihan kota atau lingkungan, peraturan daerah tentang pengelolaan sampah dan perencanaan dan tata ruang kota serta peraturan-peraturan pelaksanaannya.

Adapun ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi untuk menentukan lokasi TPA ialah sebagai berikut (SNI nomor 03-3241-1994) :

 1. Ketentuan Umum

Pemilihan lokasi TPA sampah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

1.   TPA sampah tidak boleh berlokasi di danau, sungai, dan laut.

2.   Penentuan lokasi TPA disusun berdasarkan 3 tahapan yaitu :

·      Tahap regional yang merupakan tahapan untuk menghasilkan peta yang berisi daerah atau tempat dalam wilayah tersebut yang terbagi menjadi beberapa zona kelayakan

·      Tahap penyisih yang merupakan tahapan untuk menghasilkan satu atau dua lokasi terbaik diantara beberapa lokasi yang dipilih dari zona-zona kelayakan pada tahap regional

·      Tahap penetapan yang merupakan tahap penentuan lokasi terpilih oleh instansi yang berwenang.

3.  Jika dalam suatu wilayah belum bisa memenuhi tahap regional, pemilihan lokasi TPA sampah ditentukan berdasarkan skema pemilihan lokasi TPA sampah.

 2. Kriteria

Adapun Kriteria untuk penentuan lokasi TPA sampah dibagi menjadi tiga bagian :

a. Kriteria regional, yaitu kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau tidak layak sebagai berikut :

1)  Kondisi geologi

a.    tidak berlokasi di zona holocene fault.

b.   tidak boleh di zona bahaya geologi.

2)  Kondisi hidrogeologi

a.    tidak boleh mempunyai muka air tanah kurang dari 3 meter.

b.   tidak boleh kelulusan tanah lebih besar dari 10-6 cm / det.

c.    jarak terhadap sumber air minum harus lebih besar dari 100 meter di hilir aliran.

d.   dalam hal tidak ada zona yang memenuffi kriteria-kriteria tersebut diatas, maka harus diadakan masuJkan teknologi.

3)  kemiringan zona harus kurang dari 20%.

4)  jarak dari lapangan terbang harus lebih besar dari 3.000 meter untuk penerbangan turbojet dan harus lebih besar dari 1.500 meter untuk jenis lain

5)  tidak boleh pada daerah lindung / cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun

b. Kriteria penyisih, yaitu kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik yaitu terdiri dari kriteria regional ditambah dengan kriteria berikut :

1) Iklim

a.    hujan intensitas hujan makin kecil dinilai makin baik

b.   angin : arah angin dominan tidak menuju ke pemukiman dinilai makin baik

2) Utilitas : tersedia lebih lengkap dinilai lebih baik

3) Lingkungan biologis :

a.    habitat : kurang bervariasi dinilai makin baik

b.   daya dukung : kurang menunjang kehidupan flora dan fauna, dinilai makin baik

4) Kondisi tanah

a.    produktivitas tanah : tidak produktif dinilai lebih tinggi

b.   kapasitas dan umur : dapat menampung lahan lebih banyak dan lebih lama dinilai lebih baik

c.    ketersediaan tanah penutup : mempunyai tanah penutup yang cukup dinilai lebih baik

d.   status tanah : makin bervariasi dinilai tidak baik

5) Demografi : kepadatan penduduk lebih rendah dinilai makin baik

6) Batas administrasi : dalam batas administrasi dinilai makin baik

7) Kebisingan : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik

8.) Bau : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik

9)  Estetika : semakin tidak terlihat dari luar dinilai makin baik

10) Ekonomi : semakin kecil biaya satuan pengelolaan sampah (per m3 / ton) dinilai semakin baik.

c. Kriteria penetapan, yaitu kriteria yang digunakan oleh instansi yang berwenang untuk menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijaksanaan instansi yang berwenang setempat dan ketentuan yang berlaku.

Perbandingan dengan Negara lain

Inggris

Adapun yang menjadi kriteria penentuan lokasi TPA di negara Inggris adalah sebagai berikut :

  1. Tidak dimungkinkan terjadi kontaminasi terhadap air tanah.
  2. Permebilitas tanah dan faktor geologi lainnya.
  3. Bahaya banjir dan tanah longsor.
  4. Keamanan jalur transportasi.
  5. Tidak terdapat masalah-masalah keamanan lainnya yang terkait dengan masyarakat.
  6. Kemudahan dalam pelayanan.
  7. Tolak jika berada pada area konservasi/tangkapan air.
  8. Tanah yang tidak stabil atau lunak, tanah liat atau campuran tanah liat dan tanah.
  9. Lokasi sensitif, terdapat material mudah terbakar dan meledak.
  10. Tanah yang mengalami penurunan, mengandung bahan tambang, minyak dan gas
  11. Tanah jenuh, seperti rawa.
  12. Area pemanfaatan air tanah tinggi.
  13. Terdapat potensi air permukaan, area di atas intake.
  14. Terdapat SDA, habitat spesies tertentu, taman dan hutan.
  15. Lahan pertanian atau hutan ekonomi untuk kepentingan budaya.
  16. Lokasi bersejarah dan Arkeologi
  17. Populasi menetap

Kriteria yang terkait dalam pemilihan lokasi TPA sampah tersebut di atas secara umum dapat berkaitan dengan: lokasi TPA yang jauh dari pemukiman, kondisi geologis atau keadaan tanah, transportasi pola pengangkutan sampah dan kondisi mata air.

 AMERIKA SERIKAT

Adapun yang menjadi kriteria penentuan lokasi TPA di negara Inggris adalah sebagai berikut :

  1. Batas gempa 0-1 skala richer.
  2. Kemiringan lahan kurang dari 10 %.
  3. Jauh dari aliran permukaan (sungai kecil).
  4. Tidak ada pusat permukiman pada arah angin.
  5. Jarak ke arah fasilitas umum lebih besar dari 250 m.
  6. Jarak lokasi ke jalan umum lebih besar dari 500 m.
  7. Bukan lahan pertanian yang produktif.
  8. Kepadatan penduduk rendah.
  9. Keragaman species rendah.
  10. Jarak dari sungai yang menjadi sumber air penduduk lebih besar dari 1,5 km
  11. Lebih jauh 600 m dari sumber air minum

Kriteria yang terkait dalam pemilihan lokasi TPA sampah di Amerika Serikat tidak dijadikan pedoman baku dalam penentuan kriteria semua daerah dapat disesuaikan dengan daerah masing-masing karena perbedaan struktur dan kondisi geologisnya.

Diharapkan dengan adanya kriteria-kriteria penentuan lokasi TPA hendaknya dapat meminimalisasi dampak dari penentuan lokasi TPA dan memberikan solusi dalam penentuan lokasi yang tepat sesuai dengan SNI yang telah ditetapkan. Dapat ditarik kesimpulan dari 2 negara yang digunakan sebagai pembanding, bahwa penentuan lokasi TPA hendaknya memperhatikan kondisi geologis, mata air, lokasi pemukiman, lokasi lahan yang masih produktif seperti pertanian dan lain-lain.

Oleh : Nym Ngurah Adisanjaya

Dirangkum dari berbagai sumber

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: